good news

Loading...

Kamis, 31 Desember 2009

Adzan subuh sudah di telinga

riuh-ricuh suara ayam
sahut-menyahut seruan adzan
berdesik-desik penyapu jalanan
seakan menghapus semua kesunyian
tapi kita masih asyik terlelap

goda-menggoda iblis ditelinga
goda-tergoda iman didada
pulas-terpulas lagi dengar nyanyian syetan
seakan kita menikmati goda itu
tapi para muadzin merdu menggema adzan

merah-memerah langit di timur
silau-menyilaukan matahari dengan cahaya redup
pulas masih juga pulas mendengar nyanyian syetan
seakan terbawa pada nikmatnya bermimpi
tapi yang hidup sudah sibuk menjadi yang terbaik

tidur-tidurlah hati yang redup
bangun-bangunlah jika jadi yang terbaik
nikmati-nikmati sejuknya nafas iblis
dengar-dengarkan nyanyian bidadari surga
biar yang beku tetap membeku
tapi yang hangat teruslah hangatkan dunia

Jadi.. itu salah?

mencoba untuk menjadi apalagi..
karena sesaat lagi aku akan terjatuh..
ini terasa salah bagiku..
setiap langkah yang lunglai..
setiap detak jantung yang semakin cepat..
terasa sangat menyakitkan..

langit tak lagi memberikan ruang..
untuk setitik cahaya bintang yang indah..
mulai kembali merakit mimpi yang telah terjual..
karena langkah yang kemarin tak lagi benar adanya..

lupakan, saatnya memulai lagi menjadi yang terbaik..
lupakan, saatnya untuk melanjutkan ukiran nada indah yang sempat terhenti..
lupakan, saatnya untuk memberi hati pada seorang bidadari kecil..

karena sebelumnya..
aku hanyalah sebuah kesalahan yang tak berarti..

Aku tak sedang jatuh cinta

tatapan mata itu membuatku harus mengalah dalam hidupku..
suara itu membuat jantungku berdegup kencang..
senyuman itu memaksaku berdoa dalam setiap mimpi indah..

sesuatu yang indah dalam setiap tatapanmu..
suara yang merdu dalam setiap kata yang dia ucapkan..
senyuman itu...

aku tak sedang jatuh cinta..
tapi aku cinta..
aku tak sedang menginginkan cinta..
tapi aku cinta..

aku ingin apa, cinta ingin apa..
aku tak sedang jatuh cinta..
aku cinta dia, cinta ini ada padaku..
aku tak sedang jatuh cinta..

Malam ini tanpa judul

malam ini harus berfikir lagi untuk memastikan
bahwa hidup itu indah..
malam ini mulai mencari-cari arti dari sebentuk hati
yang sudah mulai tak berbentuk..
aku bukan sakit hati ataupun kecewa..
aku hanya bingung untuk apa langkah ini..

sampai saat ini terus mencari-cari sebentuk keindahan
sampai saat ini terus melangkah tak pasti di jalan
yang semakin membuatku takut untuk melangkah..

belum kering rasanya keringat ini
sudah kutemukan lagi kebingungan hati yang kacau..

aku tak mengeluh tentang ini..
aku hanya bingung harus memilih jalan yang terbaik..
kadang ini terasa sangat sulit..
tapi aku harus memulai manatap matahari yang kadang
tak juga tenggelam di ufuk barat...

aku hanya inginkan kepastian tentang ini semua..
kepastian yang membuatku yakin akan yang telah
aku pilih dalam hidup ini..

Perang otak yang tak lelah

angkat senjata dan ditodongkan dikepala...
lemah akal lemah juga hati..
berjalan sendiri di ujung rindu kesunyian..
ledakan, hempasan, teriakan selalu terdengar dikepala..

langkah lunglai pandangan bingung otak juga ikut bodoh..
bingung akan adanya diri, bingung akan adanya orang, juga bingung akan adanya keadaan..

menangis lagi, kemudian tersenyum membuat semua jadi gila..
seakan hidup ini penuh dengan sajak-sajak penipuan..

ingin sekali merangkul cahaya tapi yang didapat kegelapan..
ingin merangkul cinta.. eeeeeehhh.. yang didapat kebencian..

tak ada kata menyerah saat otak harus berperang..
tak ada kata takut saat harus menghadapi langkah sendiri..

hidup butuh perjuangan hidup butuh keberanian..
karena hidup bukan segalanya tapi sangat berarti..

dekap lagi otakmu yang membeku sejenak..
rasakan dinginnya yang tak juga mencair..

otak beku, hati juga beku..
tapi tidak perlu mengajak nyali untuk ikut ciut menghadapi kenyataan..
karena hidup adalah hidup..

semua jatuh.. semua jatuh.. semua jatuh..
tapi aku tetap berdiri... karena akulah sang pemberani itu..

tidak ikut membeku hatiku dan otakku..
karena nyaliku yang memintanya..

Senandung perjuangan

Mungkinkah setiap langkah kakiku akan menghasilkan keindahan hati?
Mungkinkah perjuangan hidup akan membawaku pada kejayaan?
Mungkinkah langit akan menjadi lebih indah jika aku tetap berdiri?

Setiap degup jantung ini mungkin adalah doa…
Setiap hembus nafas ini mungkin adalah dzikir..
Setiap tetes keringat ini mungkin adalah awal dari perjuagan tak berujung..

Tapi apakah mungkin aku bisa menghadapinya?

Sedangkan aku tak lagi berdaya memeluk zaman..
Sedangkan aku tak lagi mencengkram dinding masa indah..
Sedangkan aku bukan lagi aku..

Tapi mengapa Dia memaksaku untuk berjuang?
Tapi mengapa Dia menendangku untuk maju?
Tapi mengapa Dia terus memperdayaku untuk tak lelah hidup?

Langkah tak berujung

ku mulai dari sepatu yang mulai usang..
ku mulai dari baju yang mulai lusuh..
ku mulai dari tatapan yang mulai sayu..

sebatas mata memandang, seluas itu kita terkejut..
karena jalan masihlah teramat panjang,,
sebatas usia beranjak, sekuat itu kita berdiri..
karena jalan masihlah teramat panjang..

matahari mulai ditelan laut biru yang mungkin tak berbatas..
karena langkah kita yang tak jua ada ujungnya..
pasir mulai lembab dan kita mulai merasakan dinginnya angin timur..
karena langkah kita yang tak jua ada ujungnya..

mungkin semua terhenti disini..
di samudra yang tak akan mengering..
mungkin semua luput dari pandang kita disini..
di bibir pantai yang tertutup tebing curam..

kita mungkin lelah...
tapi kita tak pernah berhenti menatap ujung dunia yang tak berujung..
kita mungkin lelah..
tapi kita tak pernha berhenti bermimpi untuk mengapai 7 benua dalam 5 samudra..

langkah kita tidak sampai disini..
karena kita akan taklukan dunia..
langkah kita tidak sampai disini..
karena kita akan hidup 1000 tahun lagi..

Pelangi ada malam ini

terdengar riuh tangisan awan dimalam ini..
terdengar lantang teriakan langit dimalam ini..
terasa lembut belaian angin dimalam ini..

semua terasa mencekam,semua terasa ciut dimalam ini..
tapi aku menikmatinya..
sebab pelangi akan ada malam ini..

semua menutup telinga dan matanya..
sebab awan dan langit masih saja marah..
tapi aku menikmatinya..
sebab pelangi akan ada malam ini..

mendung dan kilat akan lari ketakutan..
sebab bintang dan bulan menendangnya dengan cahaya terang..
dan pelangi ada malam ini..

tangisan dan teriakan mereka tak lagi terdengar..
sebab tanah ikut mengambil suara..
dan pelangi ada malam ini..

aku menikmati malam ini
sebab pelangi ada malam ini
pelangi ada malam hari ini

Mimpi tetap jadi mimpi

merangkak meraih mimpi yang terjual
seakan luput dari senyuman bidadari..
hanya riuh terdengar tawa riang para pendosa..

curi lagi dan di curi lagi...
hingga mimpi tak lagi milik pribadi..
habiskan dan habiskan lagi..
hingga tangis kelaparan menggebu-gebu..

disana benar disini benar..
lantas, siapa yang salah..??

pemimpin angkat bicara..
jendral pun ikut bicara..
rakyat juga ikut-ikutan..
lantas siapa yang terdiam??

semua hebat, semua hebat, semua hebat..
seakan mimpi 100 hari terlupakan sudah..

kepercayaan untuk siapa lagi tentang mimpi-mimpi itu?
hilang sudah..
mereka sibuk mengurus uang..
kita sibuk mengurus perut..
mereka sibuk menyalahkan..
kita sibuk harus makan apa malam ini??

biarkan mimpi tetap jadi mimpi..
biarkan mimpi 100 hari hilang begitu saja..
tergantikan penderitaan 100 tahun lagi..

Semua, semua, semua, hilang, hilang, hilang

kemana kan kucari hati yang hilang..
setiap detik waktu terbuang sia-sia..
karena datangnya si pembual..

kemana kan kucari hati yang hilang..
hatipun seakan tak peduli dengan perjuangan ini..
karena datangnya si pembual..

hilang semua,semua hilang..
karena si pembual..

kemana lagi hati itu melayang..
kan kucari sampai aku dapat..
kan ku hujam dengan batu, si pembual itu..

semua hilang, hilang semua..
tapi akan aku temukan lagi..

Jarak yang membuat kita bingung

Saat dunia kita sudah tak lagi bersama
Saat kita telah hidup masing-masing
Saat langkah kita berada dijalan yang berbeda
Perjalanan panjang ini memudarkan hati kita
Perjalanan panjang ini menghancurkan mimpi kita
Perjalanan panjang ini menghapus jejak langkah kita

Aku disini dan kamu disana..
Di langit yang sama namun tanah yang berbeda
Kita tak lagi sama..

Biarkan rasa ini tetap ada..
Biarkan rasa ini membekas slamanya..
Biarkan rasa ini membatu..

Sebab aku tak tau lagi akan kemana..
Sebab aku tak tau lagi siapa..
Sebab aku tak tau lagi aku..

Hati itu..


hati itu seperti bayang-bayang...
yang terlihat samar namun jelas langkahnya..
dia bukan bagian dari diriku..
tapi...
itulah aku..
kadang otak ini tak mampu menahan keinginannya..
dia melangkah mengikutiku..
tapi dengan bentuk yang tek pernah sama..
selalu berubah-ubah..

layaknya hatiku..
yang tak pernah menentu keinginannya..
aku tak pernah bisa menyentuhnya..
tapi aku bisa merasakannya..
begitulah hatiku..

kecewa,bahagia,tangis,tawa,senyum,sedih,
bimbang,kepercayaan..
bahkan nafsu dan cinta..
adalah bentuk dari hati itu sendiri..

aku tak ingin membuatnya menjadi putih..
melainkan membuatnya penuh akan warna..
warna-warna perjuangan..
untuk jadi yang terbaik..
dan inilah caraku mengenali hatiku..
untuk menemukan bidadari kecilku..
meski dari sudut neraka yang suram..

Lebih baik menunggu


langit senja di ufuk barat..
masih terasa sedikit menyilaukan..
sayu-sayu terdengar suara angin laut..
dan aku masih tetap menunggu..
di jembatan penantian ini..

gemerisik ombak dengan buih putihnya..
masih begitu asyik buat di pandangi..
riuh terdengar nyanyian sang camar..
dan aku masih tetap menunggu..
di jembatan penantian ini..

matahari semakin menekuk cahayanya kedalam perut bumi..
angin pun mulai berbalik menyerangku...
tapi aku masih menikmatinya..
aku masih tetap bangga dengan penantianku..

redup terang cahaya lampu kapal seakan menggodaku..
tapi aku lebih baik menunggu..
laut mulai tenang seakan inginkan aku untuk berjalan..
tapi aku lebih baik menunggu..

aku lebih baik menunggu..
sampai hati ini takut akan takdirnya sendiri..
aku lebih baik menunggu..
sampai bingung harus bertumpu dimana lagi..
aku lebih baik menunggu..
dan masih lebih baik menunggu..

Gemerisik kaki yang luka

setiap langkahnya..
ialah perjuangan untuk kami..
setiap tetes keringatnya..
ialah kesetiaan cinta untuk kami..

langkah yang tak juga letih..
senyum yang tak juga memudar..
perjuangan tanpa ujung dalam jihad..

aku merindukannya...
setiap senyumannya..
setiap amarahnya..
setiap ia menyentuh kepalaku..

aku merindukannya..
saat terlelap dalam pangkuannya..
saat ia mendekapku dengan kehangatan itu..
saat ia menemaniku dalam mimpi-mimpi indahnya..

aku mencintainya..
lebih dari aku mencintai surga..
lebih dari aku mencintai langit..
lebih dari aku mencintai aku..

karena dalam setiap gemerisik kakinya yang luka..
ada cinta untukku..
ada cinta untuk ibu..
ada cinta untuk saudara..

karena dalam setiap gemerisik kakinya yang luka..
ada perjuangan untuk semua yang mencintainya..

Selasa, 29 Desember 2009

Senyuman Bidadari Kecil

canda-canda di tepian pantai..
tawa-tawa di pasir hitam ini..
senyumannya mencerahkan dunia..
iya.. itu bidadari kecilku..

manis-manis termenung mendengar ombak..
indah-indah memandangi laut..
senyumannya teduhkan hati ini..
iya.. itu bidadari kecilku..

main-main pasir hitam yang kasar..
lari-lari mengejar langkah yang tertinggal..
senyumannya berikan keindahan..
iya.. itu dia bidadari kecilku..

sampai saat ini ia masih mencerahkan dunia
sampai saat ini ia masih teduhkan hati ini
sampai saat ini ia masih berikan keindahan..

Langkah Sang Mentari

bukan keraguan yang ada dalam hati..
bukan kebingungan yang ada dalam fikir..
bukan juga karena takut akan keputusan..

ini hanya soal waktu untuk memilih

bukan karena kami pengecut.
bukan karena kami pembual..
bukan juga karena kami bodoh..

ini hanya soal waktu untuk memilih..

langkah sang mentari..
masihlah teramat panas..
langkah sang mentari..
masihlah teramat terik..

membuat kami harus menunggu sejenak..
untuk memulihkan tenaga..
dalam langkah sang mentari..

Kesatria Rapuh

dengan perisai dan pedang ia berdiri..
dengan kuda dan jubah besi ia melangkah..
padahal hatinya penuh keraguan saat bertempur..

bukankah langit telah memberi kekuatan dalam hati..??
bukankah para raja tlah menjanjikan kekuasaan..??
tapi mengapa kesatria ini..
masih saja rapuh..

dengan kelelahan yang mendera..
dengan kebingungan yang menunggu..
ia masih tetap bangga dengan jubah besarnya..

apakah ia sendiri ragu akan kekuatan langit??
apakah ia sendri masih juga tak inginkan janji berkuasa??

baginya ini bukan karena kekuatan langit..
juga bukan karena kekuasaan..

ini hanya soal hidup, atau mati dalam berperang..
dikenang, ataukah terlupakan setelah berperang..

Semua Teringkari

saat semua nafsu kian memuncak...
redup terang cahaya hati ingin memiliki..
pencarian jati diri tak juga mengingkari..

untuk siapa lagi nafas ini ter engah..
untuk siapa lagi tetes air mata ini jatuh..
untuk siapa lagi jiwa dan hati ini..

kepada siapa pantasnya langit berpayung..
kepada siapa pantasnya laut bergelombang..
kepada siapa matahari bercahaya..

semua teringkari...
rasa cinta ini kian hari semakin jauh...
berlari mengiringi dosa yang tak juga habis..

apa lagi yang terdustakan..
langit masih memayungi bumi..
air masih tetap menyejukkan..
matahari masih bercahaya..

dimana rasa ini pantasnya..
tlah jauh kaki melangkah..
namun masih mengharap cinta-Nya...